BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Selasa, 14 Mei 2013

ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM SOSIAL MEDIA


ETIKA BERKOMUNIKASI DALAM SOSIAL MEDIA

                Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya. Sedangkan Etika adalah pedoman atau aturan moral untuk situasi-situasi dimana media memiliki efek negatif dan hukum tidak bisa menjaga tingkah laku. Kode etik kebanyakan diciptakan oleh organisasi profesional. Etika merupakan peraturan moral yang menuntun tingkah laku seseorang. Para pendidik yang memainkan peran yang penting dalam menerapkan etika. Kemudian dalam media, dimana berfungsi sebagai ruang publik atau ruang antara public, pada fungsi media dapat digunakan sebagai sarana kritik terhadap kekuasaan dan kontrol masyarakat.
                        Menurut Andy Corry W dalam jurnalnya Etika Berkomunikasi. Komunikasi diibaratkan seperti urat nadi penghubung kehidupan, sebagai salah satu ekspresi dari karakter, sifat atau tabiat seseorang untuk saling berinteraksi, mengidentifikasikan diri serta bekerja sama. Kita hanya bisa saling mengerti dan memahami apa yang dipikirkan, dirasakan dan dikehendaki orang melalui komunikasi yang diekspresikan dengan menggunakan berbagai saluran, baik verbal maupun non-verbal. Pesan yang ingin disampaikan melalui komunikasi, bisa berdampak positif bisa juga sebaliknya. Komunikasi akan lebih bernilai positif, jika para peserta komunikasi mengetahui dan menguasai teknik berkomunikasi yang baik, dan beretika. Etika berkomunikasi, tidak hanya berkaitan dengan tutur kata yang baik, tetapi juga harus berangkat dari niat tulus yang diekspresikan dari ketenangan, kesabaran dan empati kita dalam berkomunikasi. Bentuk komunikasi yang demikian akan menghasilkan komunikasi dua arah yang bercirikan penghargaan, perhatian dan dukungan secara timbal balik dari pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi yang beretika, kini menjadi persoalan penting dalam penyampaian aspirasi. Dalam keseharian eksistensi penyampaian aspirasi masih sering dijumpai sejumlah hal yang mencemaskan dari perilaku komunikasi yang kurang santun. Etika komunikasi sering terpinggirkan, karena etika berkomunikasi belum membudaya sebagai urat nadi kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
            Oleh karena itu jika berbicara mengenai etika berkomunikasi dalam bersosial media, sesungguhnya itu merupakan gambaran dari diri kita dalam bersosial. Jika kita biasa bersopan santun dalam bersosial dengan masyarakat, maka kita pun terbiasa berkata maupun  berkomunikasi sopan dan santun dalam beraktivitas di sosial media. Akan tetapi tidak semua orang mampu terbiasa berkomunikasi baik dengan orang lain, sehingga didalam sosial terdapat beberapa aturan keras dalam pengunaanya terutama saat berkomunikasi. Sehingga jika ada pelanggaran berkomunikasi dalam bersosial media seperti berkata kasar ataupun menampilkan informasi yang dapat disalah gunakan, para penyedia sosial media dapat memiliki kekuatan hukum untuk melaporkan pelaku dan diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna sosial media dalam berkomunikasi ataupun mengirim informasi.  
Berikut beberapa saran dalam etika berkomunikasi yang baik dan benar di sosial media:    
·         Bagi pengguna sosial media di facebook, harap diperhatikan dalam menulikan statusnya. Memang akun fb yang kita miliki dapat berekspresi secara bebas dalam penggunaannya, akan tetapi ada aturan didalamnya. Agar lebih sensitive lagi akan dampak yang timbul bagi orang lain dari perbuatan yang kita lakukan, misalnya seperti masalah keuangan, bertengkar dengan seseorang, pandangan kita terhadap seseorang dan lain sebagainya. Alangkah tidak bijaksananya bila semua orang tahu akan permasalahan dan problematika yang sedang kita hadapi. Baiknya simpan segala hal sensitif untuk diri sendiri dan tidak perlu semua teman di sosial media mengetahuinya.
·         Hati-hati bila check in place dan mengupdate sedang dimana kita berada.Aplikasi untuk check in place seperti Foursquare memang banyak digunakan dan kemudian di share di sosial media. Pemilik akun sosial media suka check in place untuk memberitahu keberadaannya dan sedang melakukan apa. Tanpa disadari, check in place bisa mengundang orang yang berniat jahat kepada kita. Karena orang yang berniat jahat mengetahui dimana kita berada dan dengan siapa kita berada. Pergunakan media check in place dengan bijak.
·         Hindari untuk mengupdate status yang berhubungan dengan privasi seperti sedang dirumah sendiri atau mengambil uang di Bank.Update seperti ini bisa membahayakan diri sendiri. Bila ada orang berniat jahat, dia bisa mendatangi rumah kita ataupun mendatangi tempat kita berada.
·         Tidak berbicara dan membagi konten yang memiliki unsur SARA dan PornografiHindari berbicara ataupun menuliskan kalimat bercandaan yang memiliki unsur SARA ( Suku, Agama dan Ras ) serta pornografi. Karena selain bisa menyinggung pihak lain juga bisa menimbulkan salah persepsi dan membawa dampak yang buruk. Tidak semua pengguna sosial media mengerti akan konsep ini, karena itu mulailah dari diri kita untuk tidak berbicara dan membagi konten yang mengandung unsur diatas.
·         Bijak dalam mencantumkan personal information.Personal information yang dimaksudkan adalah biodata yang ditampilkan di akun sosial media kita seperti alamat rumah, nomor telepon, tempat bersekolah, alamat email. Bila memang tidak penting, lebih baik tidak usah dicantumkan karena bisa dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Semisal mengirim email atau sms penipuan dan lain sebagainya. Bila memang berniat mencantumkan, berhati-hatilah bila ada nomor telepon asing atau email dari pengirim yang tidak diketahui kita terima.


refrensi:
-          id.wikipedia.com
-          joystickrusak.blogspot.com
-          http://journal.tarumanagara.ac.id/index.php/FIKOM/article/viewFile/1128/1224